Showing posts with label ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label ISLAMI. Show all posts

Wednesday, 24 June 2015

MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen (O2) di apotik? Jika belum tahu, ketahuilah harganya sekitar Rp 25.000 per liter. Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik? Jika belum tahu, harganya sekitar Rp. 9.950 per liter.

Tahukah kita? Bahwa dalam sehari manusia menghirup Oksigen (O2) sebanyak 2.880 liter dan Nitrogen 11.376 liter. Jika harus dihargai dengan rupiah, maka Oksigen (O2) dan Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai Rp 170 jutaan per hari untuk satu orang. Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp 170 juta, maka sebulan Rp 5,1 milyar untuk satu orang.

Pernahkah malaikat menagih oksigen dan nitrogen yang kita hirup datang ke rumah setiap bulan? Ketahuilah Presiden, Raja bahkan orang terkaya di dunia apalagi rakyat biasa yang hidupnya sudah susah tidak akan sanggup melunasi biaya nafas hidupnya jika Allah Yang Maha Kuasa mau pakai rumus dagang sama manusia!


Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Ya Allah…maafkan atas kelalaian kami kurangnya rasa syukur terhadap nikmat rezeki yang kami miliki sekarang dan kealpaan kami atas terlenanya rezeki yang Engkau berikan. Semoga kita semua selalu menjadi orang yang selalu mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan di setiap detik, menit, jam serta hari ini dan hari-hari yang akan datang. Dan tidak menjadi orang yang mendustakan semua ni’mat- Nya. Aamiin.












Monday, 8 June 2015

MARHABAN YA RAMADHAN

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertakwa”. (Al Baqarah : 184)

Ramadhan berasal dari kata “ramadha” artinya menjadi panas.
Orang mengatakan “ramadha ash-shai’mu” artinya bagian tubuh orang yang berpuasa menjadi sangat panas dan haus karena puasa (Arabic-EnglishLexicon, EW Lane)
Bulan kesembilan tahun Qamariyah ini disebut Ramadhan karena:

1) Puasa di bulan ini menimbulkan panas disebabkan haus
2) Beribadah di bulan ini membakar habis bekas dosa-dosa manusia
3) Ibadah di bulan ini menimbulkan panas semangat cinta kepada Allah swt dan sesama manusia


Puasa dalam bahasa arab disebut “shawm” atau “shiyaam” yang salah satu artinya menahan atau mengendalikan, yaitu orang yang berpuasa menahan atau mengendalikan diri dari melakukan hal-hal yang menurut syari’at dapat membatalkan ibadah puasa yang dilakukannya.

Puasa merupakan bentuk ibadah yang mengandung unsure pengorbanan yang sempurna, karena didalam puasa manusia dituntut untuk melatih disiplin rohani dan disiplin moral yang memiliki nilai sosial. Manusia diajarkan akhlak yang tinggi yaitu dengan menjauhi hal-hal yang halal (makan, minum, bercampur dengan istri), sehingga hal yang dilarang akan ditinggalkan. Manusia yang sebelumnya menjadi budak hawa nafsu, bisa menjadi majikannya. Tanpa melihat perbedaan derajat kedudukan dan setatus social, orang yang berpuasa dapat merasakan lapar dan bagaimana bertahan hidup tanpa makan, sehingga dengan pengalaman ini dapat menimbulkan rasa simpati untuk bersedekah.



Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat muslim dengan penuh suka cita menjalankan puasa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt. selama sebulan penuh. Salah satu keutamaan bulan suci Ramadhan ialah turunnya rahmat, hidayah, dan ampunan bagi semua makhluk-Nya di dunia.
Di balik itu semua, ternyata bulan Ramadhan banyak merekam peristiwa penting bagi umat muslim, baik peristiwa yang dialami Nabi Muhammad, para sahabat, dan para pengikutnya. Hal itu menunjukkan keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Bahkan, tak jarang peristiwa itu terabadikan di dalam Alquran. Terdapat 7 peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat sekaligus penanda keutamaan bulan suci Ramadhan.

1. Peristiwa Pengangkatan Nabi sebagai Rasul dan Nuzulul Qur’an

Salah satu keutamaan bulan suci Ramadhan adalah turunnya Alquran. Tatkala Nabi Muhammad berusia empat puluh tahun, Nabi melakukan ‘uzlah (menyendiri) di gua kecil di bukit Hira yang terletak di luar Kota Mekah. Pada waktu itu, tradisi ‘uzlah pada bulan Ramadhan merupakan hal yang lazim dilakukan. Ketika Nabi sedang dilanda kegelisahan, kegundahan, keraguan, dan harapan akan kebenaran, saat itulah datang Malaikat Jibril menemuinya. Ia memerintahkan Nabi untuk membaca. Di saat itulah, Nabi menerima wahyu untuk pertama kali yang dikenal dengan surat al-Alaq: 1-5 yang sekaligus menjadi pertanda kenabiannya. Peristiwa itu diperingati sebagai malam nuzulul Qur’an atau diturunkannya Alquran di muka bumi, peristiwa itu terjadi pada akhir bulan Ramadhan tahun 610 M.

2. Terjadinya Lailatulkadar

Salah satu keutamaan bulan suci Ramadhan ialah adanya malam lailatulkadar, yaitu malam yang penuh keagungan, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ada juga yang berpendapat malam lailatulkadar juga terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, waktu dimana Alquran juga diturunkan. Peristiwa ini terabadikan dalam surat al-Qadr: 1-5.

3. Peristiwa Kemenangan Muslimin dalam Perang Badar

Akibat tindakan represif yang dilakukan kaum musyrikin Mekah terhadap kaum muslimin, terjadilah perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin untuk pertama kalinya. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan 624 M atau tahun kedua setelah hijrah. Berkat kepemimpinan Nabi, perang ini berhasil dimenangkan kaum muslimin meskipun dengan jumlah pasukan dan peralatan perang minim, yaitu 313 orang melawan 1000 pasukan di pihak kaum musyrikin.

4. Penaklukan Kota Mekah (Fathul Makkah)


Penaklukan Kota Mekah (Fathul Makkah)
Peristiwa besar lainnya yang terjadi pada bulan Ramadhan ialah penaklukan Kota Mekah pada tahun 630 M atau 8 H. Peristiwa ini bermula ketika kaum kafir Quraisy Mekah mengkhianati perjanjian Hudaibiyah (perjanjian damai dengan kaum Muslim). Nabi pun memerintahkan untukmenginvasi Kota Mekah pada bulan Ramadhan di tahun yang sama. Saat itu pasukan Muslimin menghancurkan 360 berhala sesembahan kaum musyrikin di sekitar Ka’bah, termasuk berhala-berhala  besar yaitu Latta, Uzza, dan Manatta. Peristiwa ini juga diabadikan dalam surat an-Nashr: 1-3.

5. Terbunuhnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Peristiwa ini tepatnya terjadi pada 21 Ramadhan 40 H. Ali merupakan khalifah terakhir. Ketika periode Khulafaur Rasyidin, ia dibunuh oleh seorang dari kaum Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam dan meninggal dua hari kemudian. Kematian Ali bin Abi Thalib menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam dan dimulainya sistem dinasti dalam tataran sistem pemerintahan kaum muslimin. Peristiwa itu juga menandakan dimulainya pertikaian diantara umat muslim.

6. Dimulainya Dinasti Abbasiyah

Pada bulan Ramadhan tahun 132 H atau tahun 750 M, berakhir sudah pemerintahan Bani Umayyah. Pada saat yang sama, Abu al-Abbas terpilih menjadi sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyyah. Keberadaan Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu peradaban manusia yang besar saat itu, kemajuan tak hanya diperoleh dalam kajian keislaman saja tetapi juga kajian ilmiah dan sastra, seperti kedoktrean, filsafat, astronomi, matematika, bahkan dalam bidang arsitektutur dan kesenian.

7. Awal Pembebasan Baitul Maqdis

Penghancuran dan penguasaan Kota Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju Kota Baitul Maqdis pada tahun 584 atau 1070 M membuka jalan membebaskan al-Quds dari tangan penguasa bangsa Franka yang lalim. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh panglima Shalahuddin al-Ayyubi dari dinasti Fathimiyah. Pada akhirnya, di tahun 1187 al-Quds berhasil dikuasai, adzan pun berkumandang di Masjidil Aqsha.

Itulah tujuh peristiwa yang terjadi pada bulan Ramadhan. Sungguh, Allah telah membukakan tanda-tanda kekuasaannya pada kita semua lewat keutamaan bulan suci Ramadhan yang terekam dalam peristiwa-peristiwa besar kaum muslimin masa lalu. Semoga keutamaan bulan suci Ramadhan ini akan terus kita ingat untuk dapat diambil hikmah dan pelajaran yang ada di dalamnya.

Sunday, 7 June 2015

LEBAH GAMBARAN ORANG BERIMAN


Firman Allah swt : “Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah : Buatlah rumah diatas bukit dan diatasa pohon kayu dan pada apa-apa yang mereka jadikan atap. Kemudian makanlah bermacam-macam buah-buahan dan laluilah jalan Tuhanmu dengan mudah. Keluar dari dalam perutmu madu yang berlain-lain warnanya untuk menyembuhkan penyakt manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda kekuasaan Allah bagi orang yang memikirkannya” (QS. An-Nahl : 68-69).

Didalam Al-Qur’an Allah swt. menanamkan satu surat dengan surat An-Nahl yang artinya lebah. Karena lebah adalah binatang yang bersih, rajin bekerja, memberi manfaat madu sebagai obat bagi manusia. Demikian diantara gambaran kehidupan orang yang beriman. Disamping itu Allah menyinggung binatang Ba’udhoh yang artinya lalat. Lalat adalah binatang yang kotor, hidup ditempat yang jorok, memakan makanan yang kotor dan membawa penyakit sehingga lalat dibenci oleh manusia. Lalat itu adalah gambaran bagi orang kafir.
Dari kedua gambaran tersebut, lebah sebagai gambaran orang beriman dan lalat gambaran orang kafir mempunyai perbedaan yang jelas dan berlawanan. Lebah memberi manfaata madu sebagai obat, lalat membawa penyakit, lebah sangat disukai manusia, sedang lalat sangat  dibenci oleh  manusia.

Gambaran kehidupan lebah yang perlu dicontoh

1. Hidup dari rezeki yang baik dan halal
Sebagai makhluk yang perlu makan, lebabh sangat rajin bekerja untuk mencari rezeki. Pagi-pagi sebelum matahari terbit, ia sudah bangun dan terbang mengembara kekebun-kebun, dari pohon ke pohon, dari bunga ke bunga untuk  menghisap madu sebagai makanannya. Begitu pulalah seharusnya orang beriman, tidak boleh malas. Sebab setiap pada waktu subuh orang beriman dipanggil untuk menghadap Allah swt. selesai shlat shubuh bekerja mencari rezeki dengan jalan yang baik dan sumber yang halal.
Sesuai firman Allah swt :
“Hai manusia, makanlah apa-apa di bumi yang halal dan baik, janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al-Baqarah : 168)
Diantara langkah-langkah syaitan yang perlu dijauhi orang beriman ialah dalam berusaha agar menghindari perbuatan curang atau penipuan, persaingan yang menimbulkan perkelahian dan permusuhan, jangan memfitnah, mengadu domba, berbuat zalim, dan mengambil hak-hak orang lain, dan sebagianya. Karena rezeki yang diperoleh dari usaha yang tidak baik itu tidak berkah dan hukumnya haram yang dapat menjerumuskan manusia ke neraka Jahannam.

2. Bekerja Azas Manfaat Bersama
Lebah bekerja, sementara mulutnya menghisap madu, kakinya bekerja mengawinkan bunga dengan mempertemukan kedua putik sarinya. Dengan demikian lebah beruntung mendapatkan madu dan bungapun memperoleh untung atas bantuan lebah dengan perkawinan putik sari menjadi buah.
Begitulah seharusnya pekerjaan orang beriman. Bekerja untuk keuntungan bersama, dengan tidak merugikan orang lain. Hakikat kehidupan orang beriman menekankan sikap hidup saling bantu membantu untuk terwujudnya keuntungan bersama.
 Firman Allah swt :
“Bertolong-tolonganlah kamu berbuat baik dan taqwa, dan jangan bertolong-tolongan berbuat dosa dan permusuhan” (QS. Al-Maidah : 3)
Dalam hal tolong menolong dalam ayat diatas, hanya dibenarkan berbuaut kebaikan, tidak dibenarkan bekerja sama berbat dosa dan menimbulkan permusuhan, apalagi sampai memutuskan silaturahmi, hukumnya haram.

3. Mempersiapkan Bekal Untuk Hari Esok
Lebah disamping rajin bekerja, setelah memperoleh rezeki yang ia usahakan, ia bersikap hemat. Ia tidak melahap habis madu yang ia peroleh hari ini, tetapi sebahagian ia simpan untuk hari esok. Bila kemarau datang, saat bunga-bunga berguguran dan makanan tidak didapat, mereka tidak cemas sebab madu yang mereka kumpulkan pada musim bunga itu cukup untuk persediaan masa kemarau. Falsafah hidup lebah seperti ini adalah gambaran kehidupan seorang muslim. Bahwa orang beriman harus giat bekerja dan beramal untuk kebutuhan hari ini, hari esok dan persiapan bekal hidup sesudah mati.
Rasulullah saw. bersabda :
“Bekerjalah untuk duniamu, seolah-olah kau akan hidup untuk selama-lamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu, seolah-olah engkau akan mati esok hari”.
Kemudian firman Allah swt :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan memperhatikan apa-apa yang ia kerjakan, untuk bekal di hari esok” (QS. Al-Hasyar : 18)

4. Sumber Akhlak Yang Baik
Sesuai hadits Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disebutkan bahwa :
“Lebah itu bila memakan sesuatu, ia memakan sesuatu yang baik, bila mengeluarkan sesuatu mengeluarkan yang baik, bila hinggap diranting pohon, tidak membuat ranting patah”.
Manfaat madu tidak hanya untuk lebah saja, manusiapun turut mengambil manfaat madunya, menjadi obat menambah kesehatan dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dari lebah juga diambil manfaat sebagai bahan membuat lilin dipergunakan untuk menerangi kehidupan manusia, menerangi dari kegelapan.
Begitulah gambaran akhlah orang beriman dalam kehidupannya, selalu terpanggil untuk berbuat kebajikan dan menghindarkan diri dari sofat keji dan kemunkaran. Selain itu sifat lebah tidak sombong, walaupun ia dianugerahi senjata ampuh berbentuk jarum dibelakang tubuhnya mengandung racun. Tidak pernah dipergunakannya untuk menakut-nakuti pihak lain, apalagi menyala gunakannya. Dan senjata yang ia miliki hanya dipergunakan dalam keadaan terpaksa untuk membela diri dan saat bahaya.

5. Hidup Bersatu dan Berjama’ah
Kehidupan lebah selalu bersatu dan berjama’ah dibawah pimpinan ratu lebah. Mereka hidup rukun damai dan aman dan bekerjasama untuk mencari rezeki memenuhi kebutuhan bersama. Tidak ada seekor lebahpun berbuat curang dan mementingkan diri sendiri.
Begitulah seharusnya kehidupan orang beriman. Dimana sesama orang beriman itu adalah bersaudara. Karena bersaudara, hidupnya harus bersatu, tolong menolong, bantu membantu, menghindari perselisihan dan permusuhan. Kata kuncinya adalah :

“BILA UMMAT ISLAM BERSATU, AKAN LEBIH MAJU, BILA UMMAT ISLAM PECAH, MAKA AKAN KALAH”
Firman Allah swt :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kamu mati, melainkan kamu keadaan muslim. Berpegang teguhlah kamu kepada agama Allah (agama Islam) dan janganlah kamu berpecah belah...” (QS. Ali-Imran : 103)

***AA/relawan spj

Saturday, 4 October 2014

MAKNA IDUL ADHA BAGI KEHIDUPAN

sumber file al_islam.chm
Oleh Drs. Syafi’i Salim Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia 

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yg banyak. Maka dirikanlah salat krn Tuhanmu dan sembelihlah hewan . Sesungguhnya orang-orang yg membenci kamu dialah yg terputus?
Pemberian ni’mat oleh Allah kepada manusia tak terhingga. Anak isteri dan harta kekayaan adl sebagian ni’mat dari Allah. Kesehatan dan kesempatan juga ni’mat yg sangat penting. Manusia juga diberi ni’mat pangkat kedudukan jabatan dan kekuasaan. Segala yg dimiliki manusia adl ni’mat dari Allah baik berupa materi maupun non materi. Namun bersanmaan itu pula semua ni’mat tersebut sekaligus menjadi cobaan atau ujian fitnah atau bala? bagi manusia dalam kehidupannya. Allah berfirman ?Dan ketahuilah bahwasanya harta kekayaanmu dan anak-nakmu adl fitnah . Dan sesungguhnya Allah mempunyai pahala yg besar?.
Meskipun Allah memberikan ni’mat-Nya yg tak terhingga kepada manusia tetapi dalam kenyataan Allah melebihkan apa yang diberikan kepada seseorang daripada yg lain. Sehingga ada yg kaya raya cukup kaya miskin bahkan ada yang menjadi seorang papa gelandangan berteduh di kolong langit. Demikian juga ada yg menjadi penguasa ada yg rakyat jelata. Ada pimpinan/ kepala dan ada bawahan / anak buah. Ini semua juga dalam rangka cobaan bagi siapa yang benar-benar mukmin dan siapa yg hanya mukmin di bibir saja.
Salah satu bukti bahwa seorang mukmin telah lulus cobaan dalam ni’mat harta kekayaan adl ia dgn ikhlas mengunakannya utk ibadah haji. Sehingga bagi orang demikian akan memperoleh haji yg mabrur. Sedang haji mabrur pahalanya hanyalah surga sebagaimana sabda Nabi SAW ?Orang yg dapat mencapai haji yg mabrur tiada pahala yg pantas baginya selain surga?. .
Betapa gembira dan bahagianya orang kaya yg dapat mencapai haji mabrur demikian. Belum lagi jika ia sempat salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi maka tiada terkira lagi pahalanya. Namun ini konteksnya adl orang yang kaya. Sedang orang yg tidak mampu / miskin tidak perlu berkecil hati. Bagi kita yg tidak mampu maka konteksnya terkandung dalam hadis Nabi SAW berikut “Hajinya orang yg tidak mampu adalah berpuasa pada hari Arafah .?
Itulah maka sangat disayangkan bila di antara kita ada yg menyia-siakan kesempatan dari Allah yakni tidak mau berpuasa pada tanggal 9 Zul Hijjah yg disebut puasa Arafah itu.
Cobaan tentang harta kekayaan juga berkaitan dgn pelaksanaan ibadah udhiyah yakni menyembelih hewan yang terkenal dgn hewan qurban di hari raya. Karena pada hari ini Allah mensyariatkan utk ber-udhiyah {menyembelih hewan} maka hari raya ini disebut dgn hari raya Adha wa biha sumiya yaumal-adha. Demikian juga penjelasan Rasulullah SAW ?Hari raya fitrah adl pada hari manusia berbuka menyudahi puasa Ramadan. Sedangkan hari raya Adha adl pada hari manusia ber-udhiyah ? .
Maka salah satu bukti lagi bahwa seseorang lulus dari cobaan harta adl ia dgn ikhlas mau mengunakannya untuk ber-udhiyah baik itu berupa sapi kerbau maupun kambing. Ini tergantung pada kemampuan masing-masing. Seekor kambing boleh digunakan utk satu orang beserta keluarga seisi rumahnya. Sedang sapi / kerbau boleh utk tujuh orang beserta keluarga seisi rumah mereka masing-masing. Daging sembelihan ini termasuk syiar agama yakni utk dimakan menjamu tamu diberikan kepada yg meminta atau yg tidak meminta {orang mampu}. Daging ini juga boleh disimpan utk dimakan hingga hari tasyrik . Allah berfirman ?Makanlah sebagiannya dan utk memberi makan orang yg tidak meminta dan orang yg meminta?. {QS. Al-Hajj 36}.
Sementara Nabi bersabda ?Makanlah utk memberi makan dan simpanlah !?
Sementara itu cobaan besar terhadap sesuatu yg dimiliki manusia pernah dialami Abul Anbiya? Khalilurrahman Ibrahim AS. Beliau telah lulus ujian atau cobaan dari Allah. Hal ini didokumentasikan dalam Al-Qur?an ?Dan ketika Ibrahim diberi cabaan oleh Tuhannya dgn beberapa kalimat lalu Ibrahim lulus dalam cobaan itu. Allah berfirman ?Sesungguhnya Aku menjadikan kamu hai Ibrahim Imam semua manusia ..?. ?
Kelulusan Ibrahim tidak hanya dalam melaksanakan perintah Allah tetapi juga dalam kebijaksanaannya menyampaikan perintah itu kepada anaknya yg sangat dicintainya. Beliau tidak langsung mengambilnya tiba-tiba dan tidak pula mencari kelengahan atau dgn taktik menculik teror dan intimidasi. Meskipun Ibrahim memiliki massa yg banyak tetapi beliau tidak menggunakan massa agar anaknya bertekuk lutut di hadapannya. Perintah Allah disampaikannya dgn transparan penuh argumentasi Ilahiah.
Sedangkan Ismail anak yg patuh dan mengerti kedudukan orang tuanya dan posisinya sebagai anak ia tidak membangkang dan tidak bimbang. Ismail memberikan jawaban yg memancarkan keimanan tawaddu? dan tawakkal kepada Allah bukan utk menonjolkan kepahlawanan atau kegagahan mencari popularitas. Ia tidak melakukan unjuk rasa yang konfrontatif tanpa mengindahkan akhlakul karimah atau dgn kekerasan utk memprotes kehendak bapaknya.

Friday, 19 September 2014

Aku tidak Akan Mengumandangkan Azan Lagi

Bismillahirrahmanirrahim


azan
Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis.  Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya: ”Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah : “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah  berkata: ”Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: ”Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.

Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda: ”Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda: ”Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah radhiyallahu anha. ‘Aisyah berkata: ”Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda: ”Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A’la.

Monday, 15 September 2014

KEISTIMEWAAN AIR ZAM-ZAM


 

berhubung sekarang musim Haji...sedikit saya posting tentang istimewanya air zam-zam ini...!
Setiap jamaah haji pasti mengenal air zam-zam. Air ini telah identik dengan Masjidil Haram atau bahkan Tanah Suci, karena air zam-zam disediakan secara melimpah bukan hanya di Masjidil Haram di Makkah, tetapi juga di Masjid Nabawi di Madinah dan berbagai tempat lain.
Air zam-zam seakan telah menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa oleh jamaah haji ketika pulang ke Tanah Air. Setelah selesai tawaf memang disunnahkan untuk meminum air zam-zam. Dulu letaknya di belakang Makam Ibrahim. Para jamaah harus masuk ke dalam sumur untuk mendapatkan air itu. Kini sumur itu telah ditutup untuk memperluas area tawaf. Sebagai gantinya, telah disediakan puluhan kran yang dengan itu mudah bagi setiap jamaah mendapatkan air istimewa itu.
Ada doa khusus dituntunkan ketika meminum air zam-zam. Air ini dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit. Karenanya, dalam doa meminum air zam-zam disebutkan permohonan kepada Allah akan kesembuhan atas setiap penyakit dan kesempitan.
Air zam-zam memang sungguh istimewa, bahkan boleh disebut air ajaib. Keajaibannya bukan isapan jempol belaka. Dari proses pembentukan atau genesanya saja hingga sekarang masih terus mengundang tanya. Seluruh teori hidrologi yang ada tidak mampu menjelaskan muasal air ini. Normalnya, air tanah itu berkumpul di lapisan yang disebut aquifer. Aquifer ini biasanya ada pada lapisan batuan yang disebut batuan endapan atau batuan sedimen, bukan di batuan beku (hasil pembekuan magma) atau batuan metamorf (alihan). Untuk diketahui, Kota Makkah, khususnya Masjidil Haram, berdiri di atas batuan beku, bukan batuan sedimen. Artinya, tidak mungkin di sana bakal dijumpai aquifer biasa yang memungkinkan didapat kandungan air tanah. Jadi, dari sini saja munculnya air zam-zam di tengah batuan beku sudah merupakan sebuah keanehan.
Jika dikatakan bahwa air zam-zam itu ada dalam aquifer yang berbentuk lenses (lensa) yang memang biasa dijumpai pada batuan beku, pertanyaannya, mengapa jumlahnya demikian besar? Biasanya aquifer yang bersifat lenses dalam wilayah yang dibentuk oleh batuan beku, dimensi dan volumenya kecil saja. Kalau dikatakan bahwa lensanya sangat besar sehingga volume airnya juga sangat besar, pertanyaannya lagi, mengapa air zam-zam tidak dijumpai di tempat lain; hanya di titik itu saja; di dekat Ka’bah. Jika benar aquifer lensanya sangat besar, mestinya di area di sekitar masjid, jika dibor, akan dijumpai juga air zam-zam. Ternyata tidak.

Kemudian soal sumber air. Biasanya air tanah merupakan hasil rembasan dari air permukaan. Untuk memungkinkan adanya air tanah diperlukan apa yang disebut catchment area (daerah tangkapan). Biasanya posisinya agak tinggi (perbukitan) yang membuat air permukaan kemudian masuk dan mengisi lapisan-lapisan batuan yang bisa menyimpan air. Dari teori ini saja, jelas bahwa air zam-zam pastilah bukan air tanah biasa karena tidak mungkin ia berasal dari rembasan air permukaan mengingat ia berada di daerah yang sepanjang waktu hampir tidak pernah ada hujan. Kalau begitu, ini air berasal dari mana?

Pandangan Tokoh Dunia terhadap Nabi Muhammad S.A.W

( posted by : http://tendouku.wordpress.com/2009/01/20/83/#more-83 )
Subhanallah..
MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA) “Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.) “Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan” “Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. “Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”
MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKIN G OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978) Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah m erubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?” Lamar tine,

Sunday, 15 December 2013

DIAM ITU EMAS.....

 From http://resensi.net
Diam itu bukan berarti kosong,
Diam itu bukan berarti hampa,
Diam itu bukan berarti tidak mengerti,
Diam itu bukan berarti tak peduli,
Diam itu penutup segala kebodohan,
Diam itu perhiasan tanpa berhias,
Diam itu kehebatan tanpa kerajaan,
Diam itu benteng tanpa pagar,
Diam itu penutup segala aib,
Diam itu ibadah yang tanpa bersusah payah,
Diam itu perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah,
Diam itu kekayaan tanpa meminta kepada orang,
Diam itu istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal.
Tapi …
Jangan diam saat orang bekerja
Jangan diam saat kejujuran dikoyak
Jangan diam saat keburukan ada didepanmu
Jangan diam saat hatimu pilu, berdzikirlah supaya hatimu tenang
Jangan diam saat harus bicara
Jangan diam saat ditanya, meski jawabnya ‘tidak tahu’
Jangan diam saat imam selesai membaca Al-Fatihah.. bacalah Amin..
Jangan diam saat Engkau berdoa
Diam yang baik itu…
Diam sedang menyerap ilmu,
Diam ingin mencari makna,
Diam sedang merajut asa,
Diam sedang memperhatikan,
Diam karena ilmu nya orang tua,
Diam karena mendengarkan,
Diam sedang menahan ghibah dan dusta,
Diam sedang menahan amarah,
Diam sedang berpikir,
Diam sedang berdoa dalam hati,
Diam sedang mencari solusi.
Diam sedang menyembunyikan keikhlasan,
Itulah kenapa… DIAM itu EMAS..
=============

Qadar: Islam Menetapkan Kebebasan Berkehendak



dikutip dari http://www.hasanalbanna.com

Agama Islam telah menetapkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dibekali berbagai kekuatan, bakat dan potensi. Potensi-potensi ini dapat diarahkan dan dipergunakan untuk kebaikan, sebagaimana ia juga dapat diarahkan dan dipergunakan untuk keburukan. Potensi ini untuk berupa kebaikan semata dan bukan pula berupa keburukan semata. Meskipun keinginan terhadap kebaikan pada sebagian orang terkadang lebih kuat, sebagaimana keinginan terhadap keburukan pada sebagian manusia yang lain juga terkadang lebih kuat. Antara keduanya terdapat perbedaan yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Di dalam hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Setiap anak di lahirkan di atas fitrah (asal kejadian yang masih bersih, dapat menerima baik dan buruk).” (Thabarani)
Di dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Manusia itu bagaikan tambang, seperti tambang emas dan perak. Yang terbaik di antara mereka di masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara mereka di masa Islam apabila mereka memahami ajaran agama.” (Bukhari)
Keterangan di atas diperkuat oleh firman Allah Ta’ala:
“Demi jiwa dan penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” (QS 91:7-8)
Yakni Allah menciptakan jiwa dalam keadaan di sempurnakan dan seimbang, dapat menerima ketakwaan dan kefasikan, dan siap menerima pengaruh baik dan buruk.
Allah membekali manusia dalam hidupnya ini dengan pikiran yang dapat dipergunakan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil dalam masalah aqidah, dan membedakan antara yang baik dan yang buruk dalam masalah perbuatan dan dapat membedakan antara benar dan dusta dalam hal ucapan.
Allah memberikan kepada manusia kemampuan (qudrah) yang dapat dipergunakan untuk menegakkan yang hak dan menghancurkan yang batil. Dapat dipergunakan untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan untuk mengucapkan kebenaran dan menjauhi kebohongan.
Allah juga telah menggariskan bagi manusia jalan kebenaran, kebaikan dan kejujuran melalui kitab-kitab yang diturunkanNya dan melalui kitab-kitab yang diturunkanNya dan melalui rasul-rasul yang diutusNya. Selama akal pikran manusia yang dpat membedakan hal-hal tersebut masih ada, kemampuan untuk berbuat masih baik, dan manhaj (jalan) yang digariskan Allah masih jelas, maka berarti manusia memiliki kebebasan untuk berkehendak dan kebebasan untuk memilih perbuatan.

Saturday, 14 December 2013

Apakah Membaca Termasuk Hobby...????

dakwatuna.com - Ketika seseorang ditanya “Apa hobimu?” jawaban mereka akan bermacam-macam. Ada yang menjawab: “Hobi saya berenang, memancing, piknik/jalan-jalan dan lain-lain. Setiap orang memilih hobinya masing-masing, tak jarang hobi yang satu berbeda dengan yang lain. Termasuk kita juga mungkin pernah menemukan ada sebagian orang yang mempunyai hobi membaca.
Hal inilah yang membuat kami heran. Terheran bukan karena alangkah baiknya hobi itu, atau langka sekali orang yang mempunyai hobi seperti itu. Tapi apakah membaca menjadi sebuah hobi. Penulis tertarik dengan ulasan yang diberikan oleh DR. Rajib Al-Sirjany dalam bukunya Al Qira’ah manhajul hayah. Di sana beliau mengungkapkan dapatkah sebuah kegiatan membaca menjadi sebuah hobi. Dengan argumennya yang ringkas ia menjelaskan esensi membaca serta mengupas urgensi membaca dalam Islam dengan menyelipkan sedikit keadaan umat Islam belakangan ini.
Ketika seseorang berkata bahwa hobi saya adalah membaca, bukankah membaca sebuah kebutuhan hidup dan tidak hanya menjadi sebuah hobi. Bisakah seseorang mengatakan bahwa hobinya adalah minum air, contohnya. Bukankah setiap orang juga meminum air. Maka hal ini tidak dapat menjadi sebuah hobi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan bukan sebuah hobi. Sama halnya juga ketika seseorang mengatakan: “Hobi saya adalah makan!” Kenapa demikian? Karena makan adalah suatu keniscayaan bukan sebuah hobi, maka setiap orang yang merasa lapar pasti akan makan, mungkin yang berbeda hanyalah macam makanannya, itu wajar-wajar saja. Tetapi ketika engkau dilarang untuk makan, tidur, dan bernafas maka ini dapat menyebabkan kematian, karena semua ini adalah kebutuhan hidup setiap orang. Dan menurut hemat kami, setiap orang haruslah membaca, bukan hanya membaca satu dua buku, sehari sebulan atau setahun saja, tapi membaca haruslah menjadi sebuah “metode hidup” .Janganlah hari-harimu berlalu begitu saja tanpa membaca, yang dimaksud membaca di sini bukan sekedar membaca tetapi membaca sesuatu yang menghasilkan manfaat, bacaan yang membangun bukan menjatuhkan, membawa perubahan bukan menghancurkan. Oleh karena itu membaca bukanlah sebuah hobi.
Sungguh tidak pantas lagi ketika kita mendengar seseorang berkata: “Saya tidak senang membaca, tidak biasa, atau cepat bosan membaca”. Karena hal ini sama seperti seorang berkata: “Saya bosan makan, maka saya tidak akan makan”. Ketika kita perhatikan sejarah Nabi, kita akan menemukan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan membaca. Maka tidaklah heran ketika membaca tidak hanya menjadi hobi tapi sudah menjadi sebuah metode hidup.

Tuesday, 5 November 2013

MAKNA TAHUN BARU ISLAM 1435 H


Bulan muharram merupakan bulan Pertama Untuk Agama Islam pada Kalender tahun Hijriah. Muharram atau lebih di kenal dengan bulan Aasyura ( suro dalam istilah jawa). Makna bulan muharram adalah sebagai berikut, Bulan Muharam terdiri atas 4 huruf, yaitu min, ha, ra, dan yang terakhir mim.

·         Mim, ini mengandung makna tersendiri yaitu mujahadatun nafsi memerangi hawa nafsu).
·         Ha, Hifdzul Hurmati (menjaga kehormatan)
·         Ra, Rodiyallah (Ridho Allah).
·         Mim, Mahabbatullah (Mencintai Allah)

Keutamaan Bulan Muharam di banding dengan bulan lainnya yaitu :

Abdullah Ibnu Abbas ra. mengatakan maksiat yang dilakukan di bulan haram adalah lebih besar dosanya dan amal baik yang dilakukan di bulan haram adalah lebih besar pahalanya. (Tafsir At-Thabari)

Al Allamah Ibnu Hajar menulis, telah meriwayatkan oleh Abi Daud bahawa Nabi (صلى الله عليه وسلم) memandubkan (yakni SUNAT) berpuasa di BULAN-BULAN HARAM .

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Puasa yang paling utama sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa di bulan Muharram”. (HR Muslim no. 1163)

Allah berfirman, ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36)

Nabi saw. bersabda, “Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut iaitu Zulkaedah, Zulhijjah dan Muharram. Dan satu bulan lagi adalah Rejab yang terletak antara Jamadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Muslim no. 1679)

Friday, 4 October 2013

Bukan Surga, Bukan Pula Neraka

Surga atau neraka? Kira-kira, mana yang akan Anda pilih ketika ditawari oleh Allah swt untuk tempat parkir terakhir di akhirat kelak? Kebanyakan manusia pasti berkeinginan hidup di surga. Menikmati aliran sungai susunya, ditemani bidadari serta bidadara, dan berbagai kenikmatan lainnya di sana. Konon, dari 100 kenikmatan yang Tuhan ciptakan, 99 di antaranya ada di surga. Sedangkan satu sisanya ada di dunia.

Namun, siapa sangka di antara yang gemar beribadah itu, ada yang rela dimasukan ke dalam neraka? Dialah Rabi’ah binti Ismail Adawiyah, atau yang dikenal juga dengan Rabi’ah Al ‘Adawiyah. Dilahirkan di Basrah pada 95 Hijriah. Beliau merupakan salah satu sufi wanita di zamannya.

Rabi’ah dikenal karena cintanya yang begitu besar kepada Tuhannya. Pernah suatu ketika Rabi’ah berkata, “Sekiranya aku beribadah kepada Engkau Karena takut akan siksa neraka, biarkanlah neraka itu bersamaku. Dan jika aku beribadah karena mengharap surga, maka jauhkanlah surga itu dariku. Tetapi bila aku beribadah karena cinta semata, maka limpahkan lah keindahan-Mu selalu.“

Dalam penghambaan kepada Tuhannya, Rabiah menetapkan cinta-Nya lah sebagai tujuan akhirnya. Sedangkan surga dan neraka, bukanlah tujuan utamanya. Bahkan, dia rela dimasukan ke dalam neraka dan dijauhkan dari surga bila menduakan cinta-Nya. Bagaimana pun, surga dan neraka adalah makhluk-Nya. Menetapkan salah satunya sebagai tujuan dalam beribadah, sama dengan menduakan cinta-Nya. Setidaknya, itulah yang saya tangkap dari Rabi’ah.

Tampaknya, kita masih harus kembali menginstrospeksi tujuan hidup dan ibadah kita. Apakah untuk menggapai surga dan menjauhkan diri dari neraka? Atau benar-benar untuk mengapai ridho dan cinta-Nya?

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. [Al An'aam-162]

Wednesday, 2 October 2013

Satu Kalimat yang Sering Disalahgunakan Namun Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Ya'juj & Ma'juj

Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya'juj ma'juj, sekejam ya'juj ma'juj, dan sebanyak ya'juj ma'juj. Namun tidak disangka, bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat 'Insya Allah'.




Satu Kalimat yang Sering Disalahgunakan Namun Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Ya'juj & Ma'juj
Ilustrasi

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan 'Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi?, Bagaimana kisah Dzulqarnain?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, "Besok akan saya ceritakan dan saya jawab." Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata "Mana ceritanya? besok..besok..besok.." Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.

Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :
"Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, 'Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah." (QS Al-Kahfi :23-24)

Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan "Insyaa Allah". Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?

Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.

Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah 'ucapan kepastian', keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.

Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.

Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.

Ingat baik baik! Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri …”

Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

"Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini."

Saturday, 28 September 2013

Al-Quran Menjawab Hati Yang Bersedih

Kamu sedang bersedih? merasa banyak masalah dan ujian? wah, kamu ga sendiri sob. Banyak yang berfikir seperti itu. Sebagian besar bilang : Ah, itu mah biasa, wajar sebagai manusia kita merasa jenuh, aga berat, dsb. Tapi benarkah begitu? Atau patutkah kita seperti itu? hey, sobat..bangun!! berwudhu, dan baca kitab penunjuk jalan yang terjaga keasliannya sampai hari akhir…Apapun pertanyaan kalian, pasti ada jawabannya dalam Al-Qur’an…terutama saat sedih, seperti di bawah ini..
Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji?
Qur’an Menjawab : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur’an Menjawab : “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur’an Menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)
Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur’an Menjawab : “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87)
Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur’an Menjawab : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)
Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab : “….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)
Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga – Nya……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)
Subhanallah.....

Thursday, 26 September 2013

7 Perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia

Rasulullah SAW. sempat berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib ra., “ada 7 perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia:

Sholat berjamaa’ah di masjid dengan imam, duduk bersama alim ulama, menjenguk orang yang sakit, mendamaikan 2 orang yang berselisih, mengantarkan jenazah hingga liang kubur, Menyantuni anak yatim dan menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan.”

1). Sholat berjama’ah di masjid dengan imam
Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’.” (HR. Muslim) Disini maknanya selain perintah sholat, ada anjuran untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Apalagi pesan ini disampaikan Rasulullah kepada seorang pemuda muslim (Ali bin Abi Thalib ra) yang sudah seharusnya rajin mendatangi masjid dan sholat berjama’ah disana serta menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan selagi muda.

Bukankah sholat berjama’ah lebih utama dibanding sholat munfarid? Berikut beberapa keutamaan sholat berjama’ah di masjid:

Langkah-langkah kaki yang dicatat saat menuju masjid,bahkan para malaikat berebut untuk mencatatnya. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula. Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah
Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah
Ta’ala.Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali ke rumah.Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya). Subhanallah…

2). Duduk bersama alim ulama
Walaupun hanya menyimak dari jauh ataupun berbincang langsung dengan para ulama dan orang-orang ‘alim, isi pembicaraannya akan bermanfaat dan mengandung ilmu didalamnya. Bukan pembicaraan yang sia-sia dan tak berguna.

3). Menjenguk orang yang sakit
Kelihatannya sepele, cuma menjenguk orang sakit. Tapi, coba kita lihat diri kita sendiri, sudahkah kaki kita tergerak tiap mendengar ada saudara kita yang sakit?

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu sore. Dan apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu pagi, serta ia mendapat jaminan buah-
buahan yang siap dimakan di dalam surga.” (HR. Tirmidzi)

Pantaslah, bila hal ini menjadi salah satu perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia. Lalu kita yang telah diciptakan sebagai manusia????

4). Mendamaikan 2 orang yang berselisih.
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat : 10)

5). Mengantarkan jenazah hingga liang kubur
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga men_shalat_kannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang men_shalati_nya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath.

Mengantarkan jenazah akan memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa suatu hari
nanti kita akan mati dan menjadi pihak yang diantarkan.

Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan mengingat akhirat.

6). Menyantuni anak yatim
Rasulullah bersabda “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].

7). Menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan
Air, diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan. Manusia mungkin bisa menahan lapar,tapi akan sulit menahan haus. Apalagi sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan.

Tentu masih ingat dengan kisah seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena memeberi minum seekor anjing yang kehausan? kisah seorang penggembala kambing di tengah padang pasir yang memberi minum Abdullah bin Amr dan para musafir? dan banyak lagi kisah teladan lain yang akan menggugah nurani kita.

Bahkan di luar negeri, dibeberapa sudut jalan terdapat kran yang
airnya memang khusus untuk diminum secara gratis bagi para pejalan kaki/ siapapun yang kehausan.

Satu kalimat dari Uje ” Allah mencipatkan air secara gratis dan berlimpah pada kita, tapi sekarang diperjual -belikan.”

Semoga tulisan di atas bisa membuat kita sedikit sadar (terutama saya sendiri), bahwa dunia
memang ladang amal yang luas bila kita sadar dan berfikir.

Wednesday, 25 September 2013

Hadapi Cercaan dengan Shalawat

Entah yang sudah ke berapa kalinya, umat Islam kembali menghadapi cobaan melalui penghinaan pada Rasulullah.
Dicerca, dihina, dilecehkan, direndahkan, bahkan tindak kekerasan fisik dan verbal sekali pun adalah makanan sehari-hari Rasulullah di awal dakwah beliau.
Sebenarnya ada faktor lain yang menyebabkan mereka melakukan penghinaan tersebut—bukan sekadar benci atau dendam kesumat. Tapi lebih dari itu, mereka sangat tahu betapa mulianya Rasulullah. Karena sangat mengagumi Rasulullah, mereka tidak dapat mengekspresikan kekaguman tersebut. Maka dapat dimaklumi mereka berbuat demikian.

Rasulullah SAW pun demikian, selalu membalas kejahatan dengan pengungkapan ampunan pada Tuhan, karena kuffar Quraisy ‘belum tahu’ hakikat kebenaran. Rasulullah hanya berdoa, “Maafkan mereka ya Allah, karena ketidaktahuan mereka.”


Ketidaktahuan itu muncul salah satunya karena di dalam hati mereka ada ‘penyakit’. Penyakit itu timbul karena mereka yang ingkar dan dengki sehingga Allah mengunci hati mereka dan sulit menerima kebenaran. “Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit mereka dengan apa yang mereka dustakan,” (QS Al-Baqarah: 10).

Dari keingkaran tersebut, lahirlah sebuah godaan untuk mencerca, menghina dan melecehkan pemeluk agama lain, motifnya memang berbeda-beda. Ada yang karena tidak suka bumi Allah ini dipenuhi oleh pemeluk Islam yang kian hari makin banyak, ada pula yang ingin menghancurkan persatuan umat Islam yang satu dengan yang lainnya.

Apa pun motif terselubung dari fenomena ‘pelecehan’ ini, Rasulullah hanya menganjurkan untuk melawan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab itu dengan pembuktian keimanan. Buktikan bahwa sedahsyat apa pun agama, Nabi, ajaran Allah ini dihina, kita tetap teguh dan bersatu. Karena memang, jalan anarkistis justru lebih merugikan umat Islam itu sendiri.

Dengan peristiwa ini, mungkin kita bisa memetik hikmah, antara lain, teguhkan dan kuatkan keimanan dan persatuan kita di antara sesama umat Muslim—sebab sampai kapan pun, non-Muslim tidak akan pernah ridha dengan agama Islam, hingga kita mengikuti kepercayaan mereka.

Hal ini telah Allah firmankan dalam Surah Al-Baqarah ayat 120, “Dan tidak akan pernah ridha kepadamu (Muhammad) orang-orang Yahudi maupun Nasrani, hingga engkau mengikuti agama mereka…”

Kedua, biarlah Allah bertindak sesuai dengan kehendaknya, sebab Allah Mahamenghakimi dan Menghukumi setiap insan yang berdosa, jika tidak di dunia—maka siksaan tersebut Allah tangguhkan di hari Kiamat kelak, saat dimana kuffar memohon, memelas, meminta, mengemis, agar siksaan nan pedih dihilangkan darinya.

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. Mereka berdoa, “Ya Allah, lenyapkanlah kami dari azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman. ‘Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal mereka telah datang kepada mereka Rasul yang memberi peringatan kemudian mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, ‘Dia adalah penerima ajaran dari orang dan ia adalah orang gila. Sungguh, jika Kami lenyapkan siksaan itu sebentar saja, pasti mereka akan (kembali) ingkar’.” (QS Ad-Dukhan: 10-15)

Ketiga, rutinkan diri memberikan ‘hadiah’ untuk Rasulullah SAW dengan bershalawat kepadanya. “Sungguh, Allah dan para malaikat bershalawat untuk Nabi, wahai orang yang beriman, bershalawatlah pada (Nabi) dan mohonlah keselamatan dengan keselamatan sesungguhnya.” (QS Al-Ahzab: 56). Wallahu a’lam.


Sumber : Republika