Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts

Monday, 8 June 2015

Lembaga Seni Tiara Intan - Medley Melayu Padang

dengan tagline "Bersama Kita Lestarikan Seni dan Budaya Bangsa" LSTIA peformance
lihat videonya di mari ====>


https://www.youtube.com/watch?v=buhXictpp7Q

Wednesday, 15 October 2014

Serampang Duabelas Tari Tradisional Melayu Kesultanan Serdang, Sumatra Utara

BERSAMA MENJAGA BUDAYA

bersatunya sapu tangan sebagai simbol bersatunya 2 hati

sumber : http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2319/serampang-duabelas-tari-tradisional-melayu-kesultanan-serdang-sumatra-utara
  Asal-usul
Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960 
(http://www.wisatamelayu.com/id; http://cetak.kompas.com). Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari, sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari (www.wisatamelayu.com/id; http://cetak.kompas.com; Sinar, 2009: 48).

Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. Pertama, nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). Menurut Tengku Mira Sinar, nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba, seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. Berdasarkan hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang (Sinar, 2009: 48). Kedua, penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih (Sinar, 2009: 49-52; www.wisatamelayu.com/id). Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian.

Menurut Tengku Mira Sinar, tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya.

Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu, terlihat dari gerak tari tradisionalnya (Folklore) dan irama musik tari yang dinamis, dapat kita lihat dari tarian Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Namun kecepatannya (2/4) digandakan, gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis. Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini, dan sebagai puteri Melayu Serdang, dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang, sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu (Tengku Mira Sinar, www.waspada.co.id).

Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut, maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan, laki-laki dan perempuan. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Riau, Jambi, Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai ke Maluku. Bahkan, tarian ini sering dipentaskan di manca negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Hongkong (www.wisatamelayu.com/id). 
Dalam perkembangannya, Tari Serampang Duabelas dibawakan
oleh sepasang muda-mudi


 Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya, dan Sumatra Utara pada umumnya. Kekhawatiran tersebut muncul karena dua hal. Pertama, persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Artinya, transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja, bukan kepada tekniknya. Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas, 1 Juli 2008), salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Hal ini disebabkan oleh orang-orang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. Akibatnya, terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya.
Kedua, minimnya kepedulian generasi muda kepada Tari Serampang Duabelas. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya, tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain (Kompas, 1 Juli 2008).

Saturday, 13 September 2014

LEMBAGA SENI TIARA INTAN KAB.ASAHAN

Lembaga Seni tiara intan didirikan oleh ibu Nurhabibi,S.Sos dengan dukungan penuh sang suami bapak Khairul Saleh S.Sos pada tanggal 12 april 2009 di Jl.Sisingamagaraja no. 385 Kisaran. Lembaga Seni ini adalah Lembaga Seni yang pertama kali terbentuk di Kab. Asahan yang bergerak di bidang seni tari tradisional dan masih eksis sampai sekarang. Lembaga Seni Tiara Intan memiliki Akte Notaris No.8 pada tanggal 05 Desember 2009 yang disahkan oleh Notaris Timbanglaut, SH, M.Kn. Pada saat ini Lembaga Seni Tari Tiara Intan telah pindah ke alamat Jl. Sei Piasa No.6 Kisaran. Sanggar ini awalnya hanya memiliki 12 orang murid yang terdiri dari 10 orang putri dan 2 orang putra yang berasal dari beberapa sekolah di Kab. Asahan. Dari awal berdirinya, Lembaga Seni Tari Tiara Intan hanya mengandalkan biaya sendiri dan iuran para anggota untuk menghidupi sanggar. Jadi Lembaga Seni Tari Tiara Intan adalah sanggar mandiri dari dulu hingga sekarang.
Saat awal-awal berdirinya Lembaga Seni Tari Tiara Intan hanya menggunakan fasilitas seadanya, namun seiring berjalalannya waktu dan semakin meningkatnya jumlah anggota dan diikuti dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan nilai-nilai kesenian budaya dan pentingnya keberadaan suatu sanggar yang mewadahi keinginan berekspresi mereka, maka Lembaga Seni Tari Tiara Intan pun dengan senang hati menampung aspirasi siswanya dan Alhamdulillah sekarang fasilitas Lembaga Seni Tari Tiara Intan intan sudah memadai.
Pada saat ini jumlah siswa-siswi yang dilatih di Lembaga Seni Tari Tiara Intan adalah 71 orang yang terdiri dari 38 siswa anak anak SD dan 33 orang siswa remaja/dewasa per Januari 2014. Jadwal latihan wajib Lembaga Seni Tari Tiara Intan senin sore dan jum’at sore diperuntukkan bagi siswa anak – anak sedangkan bagi remaja/dewasa pada malam rabu dan malam sabtu.

Sunday, 13 October 2013

Menjaga Kelestarian Budaya Bersama Lembaga Seni Tiara Intan Kab. Asahan

Lembaga Seni tiara intan didirikan oleh ibu Nurhabibi,S.Sos dengan dukungan penuh sang suami bapak Khairul Saleh S.Sos pada tanggal 12 april 2009 di Jl.Sisingamagaraja no. 385 Kisaran. Lembaga Seni ini adalah Lembaga Seni yang pertama kali terbentuk di Kab. Asahan yang bergerak di bidang seni tari tradisional dan masih eksis sampai sekarang. Lembaga Seni Tiara Intan memiliki Akte Notaris Timbanglaut, SH., M.Kn  SK Menteri Hukum dan HAM Nomor : C-626.HT.03.01-Th.2004.Saat awal-awal berdirinya Lembaga Seni Tari Tiara Intan hanya menggunakan fasilitas seadanya, namun seiring berjalalannya waktu dan semakin meningkatnya jumlah anggota dan diikuti dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan

nilai-nilai kesenian budaya dan pentingnya keberadaan suatu sanggar yang mewadahi keinginan berekspresi mereka, maka Lembaga Seni Tari Tiara Intan  pun dengan senang hati menampung aspirasi siswanya dan Alhamdulillah sekarang fasilitas Lembaga Seni Tari Tiara Intan  intan sudah memadaiSaat ini siswa dan siswi Lembaga Seni Tari Tiara Intan telah mengajar seni tari di berbagai sekolah di Kab. Asahan dan di luar daerah. Dengan keahlian yang telah di dapat dari sanggar tari tiara intan diharapkan para siswanya dapat menyumbangkan keterampilanya dengan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat agar kebudayaan nasional dapat terpelihara dengan baik.