Friday, 26 September 2014

Bangun Rumah Sakit, Gaza: Terima Kasih Rakyat Indonesia.....!!!

Sumber: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/535897-bangun-rumah-sakit--gaza--terima-kasih-indonesia

http://asalasah.blogspot.com/2014/09/bangun-rumah-sakit-gaza-terima-kasih.html
Asalasah ~ Menteri Pekerjaan Umum Saudi, Mufeed Al Husainah, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas bantuannya mendirikan sebuah rumah sakit di utara Gaza.

Tidak hanya itu, sebagai rasa syukurnya, Al Husainah kemudian mengundang Presiden Indonesia untuk berkunjung ke Gaza. 

Demikian ungkap Al Husainah yang diwawancarai secara khusus oleh kantor berita Islam Mirajnews dan dipublikasikan pada Sabtu kemarin, 6 September 2014. Al Husainah juga mengapresiasi kedatangan dokter dari Indonesia yang akan bekerja di RS tersebut. 

"Jika suatu saat, Pemerintah Indonesia datang ke Gaza, kami akan mengajak mereka sebagai tamu pribadi. Saya akan ajak dia ke Laut Mediterania dan mencoba mencicipi ikan dari Laut Gaza. Sekali lagi, terima kasih kepada Rakyat Indonesia, ungkap Al Husainah.  

Rumah Sakit Indonesia (RSI) selesai dibangun pada Desember 2013 dan memakan biaya sekitar Rp65 miliar. 

Dalam kesempatan itu, Al Husainah turut menyampaikan kondisi terbaru di Gaza usai disepakatinya gencatan senjata jangka panjang. Dia menceritakan, tidak ada bahan-bahan bangunan seperti beton dan semen yang masuk ke Jalur Gaza. Sebab, Israel masih menutup pintu perbatasan. 

"Hingga saat ini, kami masih menunggu dibukanya perbatasan. Jika perbatasan sudah dibuka, kami siap untuk memulai rekonstruksi Gaza," ujar Al Husainah. 

Bendera Pusaka Kita Belum Tercatat Sebagai Cagar Budaya

Posted by http://www.jokorowotlogorejo.com/2014/06/bendera-pusaka-kita-belum-tercatat.html

www.jokorowotlogorejo.com | Bendera Pusaka Merah Putih yang memiliki sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, hingga kini belum tercatat sebagai cagar budaya nasional, kata Wakil Menteri bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti.

"Bendera Pusaka Merah Putih menjadi salah satu saksi sejarah Indonesia merdeka. Kedudukannya jelas sangat penting, sehingga kita harus mengamankan dan menjaganya," kata Wiendu didampingi Direktur Pelestarian Cagar Budaya Surya Helmi dan Plt Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan, Senin.

Wiendu mengatakan, pihaknya tidak tahu alasan mengapa Bendera Pusaka Merah Putih belum tercatat sebagai cagar budaya nasional sebab  sepanjang belum tercatat sebagai cagar budaya nasional, tentu  perlindungannya menjadi tidak optimal.

Karena itu, pihaknya kini tengah berjuang agar bendera Pusaka Merah Putih segera menjadi salah satu benda cagar budaya nasional.

Bendera Pusaka Merah Putih tersebut,  saat ini berada di Istana Negara, katanya.

"Sekitar tiga tahun lalu pernah muncul wacana untuk memindahkan ke Monumen Nasional (Monas). Tetapi terbentur biaya pemindahan yang nilainya hingga miliaran rupiah, akhirnya proses pemindahan gagal dilaksanakan," katanya.

Namun demikian, ia meyakini suatu saat bendera Pusaka Merah Putih tersebut akan dipindahkan ke Monas agar bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat luas.

"Sedang dicari bagaimana bentuk penyimpanannya karena memang sudah lapuk dimakan usia," tambahnya.

Selain bendera Pusaka Merah Putih, Kemendikbud juga merekomendasikan 20 benda (kawasan) lainnya menjadi cagar budaya nasional.

Ke-20 benda tersebut  Candi Borobudur, Kawasan Candi Prambanan, Galeri Nasional dan koleksi lukisan,  Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Benteng Vrederburg, Candi Muara Takus.

Selanjutnya, Jam Gadang, Kawasan Muara Jambi, Situs Sangiran, Tugu Monas, Naskah Negara Kertagama, Mahkota Sultan Bima, Arca Prajna Paramita, Temuan Emas Wonoboyo, Biola WR Supratman, Prasasti Kedukan Bukit, Kawasan Trowulan dan Museum Sumpah Pemuda dan Bendera Pusaka Merah Putih.

Monday, 22 September 2014

9 Sniper Top di Dunia

1. Pembunuh Mayjend John Sedgwick pada Perang Sipil di AS
Pertempuran paling berdarah di AS ini ternyata melahirkan sebuah sejarah sniper dunia, ketika seorang Jenderal karismatik dari Utara yang bernama John Sedgwick tewas diterkam timah panas oleh seorang pasukan Konfederasi dari jarak yang sangat jauh pada waktu itu yaitu, sekitar 1,000 yards (910 m) dalam sebuah pertempuran yang disebut Battle of Spotsylvania Court House, Pada 9 Mei 1864.

2. Simo Haya
Mungkin inilah sniper yang paling terkenal di dunia karena membukukan rekor kill hit paling tinggi, yaitu membunuh sekitar 542 prajurit Rusia dalam periode Winter War(1939-1940). Julukan bagi si Simo Haya ini adalah “White Dead” karena tentara Finlandia ini selalu menggunakan baju berwarna putih sebagai kamuflase karena medan pertempurannya di area bersalju. Yang sungguh luar biasa adalah Simo Haya hanya menggunakan senjata bold action standar tanpa menggunakan teleskop, cukup dengan iron sight ato pisir besi biasa! Bagi Simo, penggunaan teleskop pada area bersalju justru akan merugikan karena akan memantulkan cahaya dan persembunyian si sniper akan mudah diketahui.

3. Lyudmila Pavlichenko
Kalo soal emansipasi wanita, AS harusnya banyak belajar dari seteru abadinya, Rusia. Ketika wanita AS masih berkutat pada hal-hal dapur dan sejenisnya, wanita Rusia sudah punya pahlawan. Lyudmila Pavlichenko adalah salah satu dari sekian tentara merah wanita Rusia yang bertempur pada era perang dunia kedua. Yang membuat dia sangat luar biasa adalah kemampuan menembaknya sangat luar biasa, dimana pada masa itu Lyudmila membukukan kill hit sebanyak 309 jiwa, termasuk 36 sniper NAZI Jerman namun sayang, dia terkena serangan mortar dan harus ditarik dari medan pertempuran. Setelah sembuh pun Lyudmila tidak diterjunkan di medan pertempuran lagi, hanya dijadikan instruktur untuk sekolah sniper, hingga perang usai. Ia dianugrahi medali Gold Star of the Hero of the Soviet Union dan wajahnya dijadikan stampel prangko.

4. Vasily Zaytsev
Vasily dianggap sebagai sniper paling berbahaya bukan karena jumlah kill hit yang mencapai 149 kills dan 400 yang belum bisa dikonfirmasi, tapi karena duel mautnya dengan sniper top dari Jerman, yaitu Heinz Thorvald. Duel antar sniper ini kerap kali terjadi di Stalingrad, dimana para sniper ini kerap harus berpindah tempat dari puing satu ke puing yang lain dan kadang harus menggali agar tidak diketahui musuh, yang sangat dikenal dengan sebutan War of the Rats. Dan pada akhirnya duel sniper ini dimenangkan oleh Vasily Zaytsev dengan tembakan jitu di kepala Heinz Thorvald setelah berhasil memperdaya sniper top Jerman tersebut.